Benahi Negeri, Benahi Pendidikan (English Available)
February, 02 2009. 5 minutes read.
[Bahasa Indonesia]
Pendidikan merupakan jawaban dari semua masalah dalam negeri ini, pendidikan merupakan antibodi untuk penyakit dalam negeri ini, jadi pendidikan merupakan investasi sebenarnya dalam meningkatkan taraf hidup negeri ini.
Banyak sekali problem dalam kehidupan metropolis, seperti banjir, pencurian, perampokan, reklame roboh, coblosan ulang, dan KORUPSI, Kalau menangani masalah banjir, mungkin dengan membuang sampah pada tempatnya atau mengolah sampah, kalau dengan pencurian, mungkin dengan mengamankan rumah kita, kalau reklame roboh dan KORUPSI bagaimana ? Ya dengan pendidikan, kalau begitu, sebenarnya apa hubungannya dengan pendidikan.?
Coba kita cermati, masalah-masalah dalam kehidupan urban tersebut sebetulnya karena “bad habit” warga kota itu sendiri, jika kita tanamkan pendidikan sejak kecil, dengan membiasakan membuang sampah sejak kecil, tentunya membuang sampah pada tempatnya sudah jadi kebiasaan, jika kita tanamkan sejak kecil bahwa kita tidak boleh mengambil sesuatu yang bukan milik kita, maka kita pun terbiasa tidak akan mengambil sesuatu yang bukan milik kita, jika kita terbiasa sejak kecil dalam mengerjakan “PR” dengan “prosedur “ yang benar, dan tentunya kita dalam bekerja juga terbiasa bekerja dengan “prosedur” yang benar pula, maka kebiasaan ini, yang terkenal dengan istilah “habit is a second nature” menentukan kebiasaan-kebiasaan ketika dewasa dan merupakan akumulasi kebiasaan kita sejak kecil.
Pendidikan yang dibenahi ialah mutu pendidikan itu sendiri, diantaranya terbukanya informasi pengelolaan bantuan pendidikan (beasiswa, penggunaan anggaran APBN) sehingga hal itu menjadi kontrol bagi masyarakat (jelas terlihat disini dibutuhkan peran pemerintah, pengelola pendidikan dan masyarakat ), peningkatan mutu tenaga pendidik, improvisasi seorang pengajar, dan pembenahan di semua sektor, segala lini dan semua golongan, mulai dari level/garda depan yaitu sang guru(pendidik) dan sampai level pimpinan.
Oleh karena itu, dalam membangun bangsa yang terdidik, cerdas dan bermartabat, bukanlah sesuatu yang “impossible” jika kita benahi pendidikan maka masa depan bangsa menjadi sesuai yang kita harapkan. Membenahi pendidikan tidaklah murah dam mudah, setidaknya pada negeri ini, 20 % anggaran dari bangsa kita untuk pendidikan. Membenahi pendidikan dengan merubah mindset tenaga pendidik untuk memberikan pengajaran dengan sistem “edutainment” tidaklah pekerjaan mudah, akan tetapi jika kita dapat ber”sinergi” dengan semua komponen, mempunyai visi dan misi yang sama, sesuatu yang tidak murah dan tidak mudah bukan lagi menjadi halangan, yang ada justru tantangan untuk membangun masa depan.
Bagaimana kita memulai membenahi pendidikan tersebut? Ya, seperti saya kutip dari pesannya A’a Gym, “mulai dari sekarang”, yaitu:
- Mulai sekarang kita sebagai pendidik, kita bercermin diri dengan meng “change” gaya mengajar kita kepada anak didik, selalu ber”kreatif” dan “inovatif”. Jika anda bertanya “bagaimana pembelajaran inovatif itu ?” silahkan mengikuti semiloka yang diadakan Jawapos tahun ini atau klik aja www.google.com dan masukkan keyword “pembelajaran inovatif”, maka rekan sekalian akan menemukan sekitar 171.000 website yang membahas mengenai pembelajaran inovatif.
- Mulai dari diri sendiri, ya sebagai tenaga pendidik kita juga introspeksi diri, apakah kita bekerja(mendidik) hanya untuk mendapatkan beberapa nominal IDR, atau karena kita ingin memberikan masa depan yang lebih cerah untuk penerus kita(mengingat kita sebagai pendidik juga “pahlawan” yang semestinya juga seperti pahlawan dulu, yaitu memberikan yang terbaik bagi negeri ini).
- Mulai dari yang kecil, ya kita bisa membenahi pendidikan dari sesuatu hal yang kecil yaitu menganggap anak didik bukanlah sesuatu “beban” bagi kita, tapi anak didik ialah “aset” yang berarti bagi kita, di masa depan yang “semu”(baca: dunia) ataupun masa depan “hakiki”(baca: akhirat), maka jika melihat anak didik kita merupakan “aset” yang berarti, maka kita akan melakukan, mengusahakan dan memberikan segala sesuatunya yang terbaik buat mereka, sama seperti memandang anak kita sendiri.
[English Translation]
Fix the Country, Fix Education
Education is the answer to all problems in this country, education is an antibody for diseases in this country, so education is a real investment in improving the standard of living of this country.
There are so many problems in metropolitan life, such as floods, theft, robbery, collapsed billboards, re-voting, and CORRUPTION, If dealing with flood problems, maybe by throwing garbage in its place or processing garbage, if with theft, maybe by securing our house, what about collapsed billboards and CORRUPTION? Yes with education, if so, actually what is the relationship with education.?
Let's observe, the problems in urban life are actually due to the "bad habit" of the city residents themselves, if we instill education from childhood, by getting used to throwing garbage from childhood, of course throwing garbage in its place has become a habit, if we instill from childhood that we must not take something that is not ours, then we are used to not taking something that is not ours, if we are used to since childhood in doing "homework" with the correct "procedure", and of course we in working are also used to working with the correct "procedure" too, then this habit, which is famous for the term "habit is a second nature" determines habits when adults and is an accumulation of our habits since childhood.
Education that is fixed is the quality of education itself, including the openness of information on the management of educational assistance (scholarships, use of the State Budget) so that it becomes a control for the community (clearly seen here requires the role of the government, education managers and the community), improving the quality of educators, improvisation of a teacher, and improvement in all sectors, all lines and all groups, starting from the level/front guard namely the teacher (educator) and up to the leadership level.
Therefore, in building an educated, intelligent and dignified nation, is not something "impossible" if we fix education then the future of the nation becomes as we expect. Fixing education is not cheap and easy, at least in this country, 20% of our nation's budget for education. Fixing education by changing the mindset of educators to provide teaching with an "edutainment" system is not an easy job, however if we can "synergize" with all components, have the same vision and mission, something that is not cheap and not easy is no longer an obstacle, what exists is actually a challenge to build the future.
How do we start fixing that education? Yes, as I quote from A'a Gym's message, "start from now", namely:
- Starting now we as educators, we reflect on ourselves by "changing" our teaching style to students, always being "creative" and "innovative". If you ask "how is that innovative learning?" please follow the seminar held by Jawapos this year or just click www.google.com and enter the keyword "innovative learning", then colleagues will find around 171,000 websites discussing innovative learning.
- Start from yourself, yes as educators we also introspect ourselves, do we work (educate) only to get some nominal IDR, or because we want to provide a brighter future for our successors (considering we as educators are also "heroes" who should also be like heroes of the past, namely giving the best for this country).
- Start from the small things, yes we can fix education from something small, namely considering students are not a "burden" for us, but students are "assets" that mean for us, in the "pseudo" future (read: world) or the "true" future (read: afterlife), so if we see our students are meaningful "assets", then we will do, strive and give everything the best for them, just like looking at our own children.
Originally published at: https://irwanak.blogspot.com/2009/02/benahi-negeri-benahi-pendidikan.html