Mengajar kok Investasi....? (English Available)
July, 14 2008. 3 minutes read.
[Bahasa Indonesia]
Mengajar kok Investasi....? ya memang, ni yang saya rasakan dalam 4 tahun ini "bergelut" dalam dunia pendidikan, nah yang jadi pertanyaan yaitu investasi dalam bentuk apa, bagaimana caranya, jauh sebelum itu kita telaah dulu apa sih investasi....Hmm..., investasi yah..., itukan berarti menanamkan modal...... atau bisa juga disebut memperoleh hasilnya di waktu yang akan datang atau yang menurut para ahli arti investasi dapat dilihat disini. Ya benar kalau invetasi itu kita anggap investasi berupa uang , akan tetapi yang dimaksud disini bukan itu, bahkan lebih dari itu.
Untuk Menjadi pengajar/pendidik/sensei/teacher/guru sejati haruslah bermotivasi lebih dari sekedar "alat tukar"(bukan berarti kita tidak butuh uang) yaitu keinginan untuk menjadikan orang lain lebih pandai dari sebelumnya, lebih bermanfaat dari sebelumnya dan orang lain tersebut dapat mengajari kita pada suatu saat nanti, nah saat orang lain tersebut memberikan pelajaran ke kita sehingga kita juga jadi lebih pandai..., itulah investasi kita, yaitu sesuatu yang diperoleh di masa depan setelah kita menanamkan "modal" pengetahuan kepada kita.
"Efek samping" dari mengajar itu banyak, yaitu diantaranya punya banyak "network", dan yang jelas, seorang pengajar itu pasti "pintar", jika pengajar tersebut tidak hanya mengajar, tapi juga belajar, dalam belajar inilah pengajar itu tidak cukup membaca literatur cuman sekali, karena pengajar sekali belajar, tidak cukup hanya untuk dirinya sendiri, akan tetapi dia harus membaca literatur itu sekali lagi agar dibuat resume/rangkuman untuk anak didiknya atau dalam bahasa lain "handout" untuk mengajar.
Mengajar khususnya dalam dunia pendidikan di Indonesia, diidentikkan dengan sebuah pekerjaan yang "tidak " menjanjikan dikarenakan hasil/upah/fee/gaji yang diterima jauh dibawah angka yang cukup, tetapi itu jaman dulu, sekarang seorang pengajar sekarang dituntut lebih dapat meningkatkan keprofesionalisme dengan adanya program sertifikasi pengajar, yang tentunya mendapatkan tunjangan profesi sebesar 1,5 sampai 2,5 juta per month, kok ngomongya ke sertifikasi...(ntar kita bahas lagi...). Pendek kata dan bisa dibilang tahun ini awal pencerahan para pengajar di Indonesia, betapa tidak, APBN dianggarkan untuk pendidikan dalam UUD45 sebesar 20% walaupun masih dalam "perseteruan" seperti yang diberitakan disini. Kitaharus optimis jangan sampai ada pendapat "hmm.. masih jauh dari harapan".Apalagi dari segi kepercayaan umat muslim , mengajarkan ilmu termasuk amalan yang tidak pernah putus walaupun maut menjemput kita.
[English Translation]
Teaching is an Investment...?
Teaching is an Investment...? yes indeed, this is what I have felt in these 4 years "struggling" in the world of education, well the question is investment in what form, how, long before that we examine first what investment is....Hmm..., investment right..., that means investing capital...... or it can also be called getting the results in the future or what according to experts the meaning of investment can be seen here. Yes it is true if we consider investment as investment in the form of money, but what is meant here is not that, even more than that.
To become a true teacher/educator/sensei/teacher must be motivated more than just a "medium of exchange" (doesn't mean we don't need money) that is the desire to make others smarter than before, more useful than before and those other people can teach us at some point, well when those other people give lessons to us so that we also become smarter..., that is our investment, which is something obtained in the future after we invest "capital" knowledge to us.
"Side effects" of teaching are many, including having a lot of "network", and clearly, a teacher must be "smart", if the teacher not only teaches, but also learns, in learning this teacher is not enough to read literature just once, because a teacher once learns, not enough just for himself, but he must read the literature once again to make a resume/summary for his students or in other words "handout" for teaching.
Teaching, especially in the world of education in Indonesia, is identified with a job that "does not" promise because the results/wages/fees/salaries received are far below sufficient numbers, but that was in the past, now a teacher is now required to be able to improve professionalism with the existence of a teacher certification program, which of course gets a professional allowance of 1.5 to 2.5 million per month (see here), why talking about certification... (we'll discuss it later...). In short and arguably this year is the beginning of enlightenment for teachers in Indonesia, how not, the State Budget is budgeted for education in the 1945 Constitution of 20% although still in "dispute" as reported here. We must be optimistic, don't let there be an opinion "hmm.. still far from expectations". Moreover, in terms of Muslim beliefs, teaching knowledge includes deeds that never break even though death picks us up.
Originally published at: https://irwanak.blogspot.com/2008/07/mengajar-kok-investasi.html